Senin, 08 Oktober 2012

Kisah Kehidupan Nabi Adam as




Nabi Adam as adalah manusia pertama. Beliau lah nenek sekalian manusia. Beliau diciptakan langsung dari tanah. Setalah pembuatan Adam itu jadi, lengkap dengan segala anggota badannya. Kemudian diberi Ruh oleh Allah SWT kedalamnya sehingga dapat bergerak dan berfikir. Demikianlah diterangkan dalam al-qur’an sebagai mana firman Allah SWT Q.S Al-Hijir ayat 26 yang artinya :

“ dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari tanah yang kering, dan tanah hitam yang busuk baunya “.

Sebelum Nabi Adam diciptakan oleh Allah. Terlebih dahulu Allah menciptakan bangsa jin dari api yang sangat panas. Sebagai mana firman Allah SWT Q.S Al-Hijir ayat 27 yang artinya :

            “ kami telah menjadikan jin sebelum manusia, dari pada api yang sangat panas “.

Seketika Nabi Adam as telah diciptakan oleh Allah, maka datanglah perintah sekalian malaikat, supaya sujud menghormatinya. Semua malaikat sujud menghormati Nabi Adam, kecuali Iblis karena sombong karena merasa sirinya lebih mullia dari nabi Adam, sebab ia dijadikan dari api sedang Adam dijadikan dari tanah.sebagai mana firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 34 yang artinya :

“ ingatlah ketika Allah berfirman kepada para malaikat. Seujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis, ia enggan dan sombong, maka dia adalah termasuk kedalam golongan yang kafir ”.

Karena Iblis tidak mau sujud kepada Adam, maka Allah berfirman dalam Q.S Al-Hijir ayat 32-35 yang artinya :

“ Ia bertanya : Hai Iblis ! mengapa engkau tidak turut bersama mereka yang bersujud. Ia menjawab : aku tidak mau sujud kepada manusia yang Engkau jadikan dia dari tanah kering dan tanah hitam yang bau busuknya. Ia berfirman : keluarlah Engkau dari padanya, karena sesungguhnya Engkau terkutuk. Dan sesungguhnya atasmu laknat sampai hari kiamat  

Sejak itulah Jin tidak boleh lagi tinggal disurga, maka keluarlah Iblis dari surge. Kemudian Iblis berdaya upaya mengoda Adam, supaya dia dapat tertipu dan terusir pula dari surge. Sejak itu Adam merasa kesepian, maka Allah menciptakan seorang wanita bernama Hawa dan Allah menitahkan kepada mereka berdua. Sebagai mana firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 35 yang artinya :

“ hai Adam ! diam lah engkau bersama-sama istrimu didalam surge, dan makanlah dengan bebas apa-apa yang engkau sukai, tetapi janganlah dekati pohon kayu ini. Jika engkau dekati adalah kamu nanti menjadi orang yang aniaya ”.

Iblis selalu menggoda Adam dan Hawa, sehingga keduanya terperdaya oleh Iblis, yaitu makan pohon kayu yang terlarang oleh Allah kemudian keduanya dikeluarkan dari surga. Maka bumi inilah dijadikan tempat kediamannya dan anak cucunya sampai kepada kita semuanya.
Kemudian keduanya merasa bersalah dan menangislah keduanya memohon ampunan kepada Allah seeraya berkata :

“ berkatalah keduanya, Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami, dan jika Tuhan tidak mengampuni dan tidak member rahmat kepada kami niscaya kami masuk golongan seorang yang merugi ” (Q.S Al-A’raf ayat 23).

Kemudian Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 36 yang artinya :

“ maka syeitan itu telah gelincirkan mereka dari pada (tahta) itu, hingga menyebabkan berdua terkeluar dari pada keadaan (baik) yang mereka sudah ada padanya, dan kami berkata “pergilah kamu dari sini, antara kamu dengan lainnya bermusuh-musuhan dan kamu boleh tinggal di atas bumi dengan bersuka ria, sehingga ajal mu ”.

Adam dan Hawa yang dulunya bersenang-senang tinggal disurga dan sekarang berusaha mencari keperluan hidup sehari-hari. Sekarang harus berikhtiar mencari rezeki dengan jalan bercocol tanam dan sebagainya. Untuk menyempurakan kehidupan Adam dan Hawa Tuhan telah memberikan petunjuk dan jalan bagi mereka.
Sebagai firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 37 yang artinya :

“ sesudah itu Adam terima beberapa perkataan dari Tuhannya, lalu ia ampunkan dia, karena sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang ”.

Nabi Adam as. Dijadikan khafilah dimuka bumi
Ketika Allah menciptakan Adam, beliau berfirman kepada malaikat, sebagai mana tersebut dalam Al=qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya :

“ dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat : sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khafilah dibumi. Mereka berkata : apakah engkau mau menjadikan makhluk yang akan berbuat bencana padanya dan akan mengadakan pertumpahan darah, padahal kami berbakti dengan memuji-Mu dan memuliakan-Mu. Ia (tuhan) berkata sesungguhnya Aku amat mengetahui apa ynag kamu tidak ketahui ”.

Segala sesuatu memang sudah menjadi rencana Tuhan, demikian pula tentang dikeluarkannya Nabi Adam dari surga juga telah ditentukan oleh Allah untuk dijadikan khafilah dibumi ini. Seseorang yang akan menjadi khafilah atau pemimpin tentulah harus mempunyai ilmu yang banyak. Maka kepada Adam. Allah memberikan beberapa dan petunjuk sehingga menjadilah ia seorang yang pandai, namun demikian ilmu yang diberikan Allah kepada Nabi Adam sudah tentu terbatas
Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Isra ayat 85 yang artinya :

            “ tidaklah Aku berikan ilmu kepada kamu (manusia) kecuali hanya sedikit sekali ”.

Setelah Adam as mengetahui nama-nama segala benda yang ada disekitarnya, maka Allah mengumpulkan malaikat, danbertanya kepada mereka tentang nama-nama benda itu, tetapi malaikat itu tidak mengetahui.
Sebagai mana firman Allah dalam Al-qur’an Q.S Al-Baqarah ayat 31-32 yang artinya :

“ dan ia telah mengajarkan kepada Adam keterangan-keterngan itu semua, kemudian ia menunjukan benda-benda itu kepada malaikat : beriyahulah kepada-ku keterangan-keterangan (bagi benda-benda ini) jika memang kamu makhluk yang benar. Meraka menjawab : maha suci engkau ! kami tidak mempunyai pengetahuan melainkan apa yang telah engkau ajarkan kepada kami, karena sesungguhnya Engkaulah yang sangat mengetahui lagi Bijaksana ”.

Keslahan Adam telah di ampuni oleh Allah SWT sebagi mana diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 37, dan kepada anak cucunya diberinya ajaran-ajaran agama untuk menyelamatkan hidupnya. Barang siapa mengikuti agama akan mendapat surge dan barang siapa yang mengingkarinya akan mendapat neraka.
Adam dan Hawa sebagai istri, dan sebagi manusia pertama dan nenek moyang kita. Tiap-tiap kali melahirkan dua orang putra seorang laki-laki dan seorang perempuan, kecuali ketika melahirkan yang penghabisan, hanya seorang anak laki-laki yang kemmudian menjadi Nabi Syis namanya. Adapun anak laki-laki di peristrikan dengan anak perempuan yang lahirnya tidak bersamaan dengan dia. Begitulah ketentuan Allah dimasa itu. Dari perkawinan-perkawinan inilah lahir anak cucu Adam yang terbesar hingga sekarang ini.
Iblis yang telah berhasil menggoda Nabi Adam nenek moyang manusia, sampai sekarang selalu berikhtiar menggoda kita . ia sangat pandai dan licik  menggoda manusia. Sebab itu kita harus berhati-hati dan berpegang teguhlah dengan ajaran-ajaran islam agar kita selamat dari godaan Iblis dan Syeitan yang terkutuk.

Kesimpulan :
1.      Iblis dan Syeitan yang terkutuk selalu menggoda kita, agar kita tergelincir dari kebenaran dan masuk kepada kemungkarn
2.      Nabi Adam as adalh manusia pertama dan Nabi yang pertama
3.      Makhluk Allah yang tidak mengetahui apa-apa yang ghaib, kecuali yang telah diberitahukan Allah.
4.      Dosa Nabi Adam telah di ampunkan Allah, karena Adam telah memohon ampun kepada Allah, dan Allah mengampuni.
5.      Nabi Adam as adalah nenek moyang manusia yang pertama kaarena itu kita sebagai manusia adalah keturunan dari Nabi Adam, bukan terjadi dari kera.

Mungkin itulah sejarah kehidupan dari Nabi Adam as yang bisa jadi panutan buat kita dan artikel selanjutnya yang akan saya posting adalah tentang sejarah kehidupan Nabi Idris as.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar